6 Langkah yang Harus Diikuti Saat Meng-update WordPress

wordpress

WordPress adalah salah satu CMS open source terbaik saat ini. Update dan upgrade sering dilakukan WordPress untuk meningkatkan atau bahkan memperbaiki kekurangan yang ada. Nah, jika kamu adalah salah satu pengguna WordPress, maka ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika melakukan update dan upgrade WordPress agar berjalan lancar.

Pertama dan terpenting adalah upgrade dan update harus dilakukan pada waktu jam kosong, seperti ketika traffic rendah. Biasanya ini di malam hari (ketika kebanyakan orang sedang beristirahat), tapi semua itu tergantung pada pola traffic situsmu.

Berikut ada 6 tips sederhana yang harus dilakukan ketika melakukan update WordPress.

1. Lakukan backup

Backup memastikan bahwa jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan kita tidak perlu lagi khwatir, karena kita bisa melakukan restore dengan cepat.

Lakukan backup database website. Kita bisa melakukannya melalui PHPMyAdmin atau dengan tool dashboard baru. Selain itu, backup themes dan plugins menggunakan FTP. Jika perlu lakukan backup folder upload (di dalam wp-content).

2. Matikan plugin caching

Jika menggunakan plugin caching, nonaktifkan plugin tersebut. Dalam banyak kasus beberapa nonaktifkan plugin seperti W3 Total Cache, Super Cache, atau Quick Cache.

Hal ini untuk memastikan bahwa tidak melakukan caching selama proses update agar tidak mengganggu proses update.

3. Update plugin dan theme framework

Seringkali, update WordPress dibarengi dengan update plugin dan theme. Developer biasanya juga telah mempersiapkan update untuk plugin mereka agar kompatibel dengan versi WordPress terbaru. Sebaiknya perbaharui semua plugin dan tema sebelum upgrade WordPress.

4. Update WordPress

Sekarang saatnya untuk memperbaharui WordPress itu sendiri. Cukup klik tombol upgrade, tunggu, dan biarkan proses upgrade selesai sampai akhir.

Kadang-kadang proses update membutuhkan waktu beberapa detik untuk menyelesaikan, jadi bersabarlah jika melihat bagian kosong sesaat dalam dashboard.

5. Aktifkan kembali plugin caching

Setelah proses update dan upgrade selesai, waktunya untuk mengaktifkan kembali plugin cache dan membersihkan semua cache.

Jika kamu menggunakan Synthesis dan W3 Total Cache dan tidak memiliki konfigurasi khusus, waktunya untuk memperbaharui pengaturan W3TC ke preferred settings (bisa baca disini).

6. Periksa kembali website

Langkah terakhir yang harus kita lakukan adalah memeriksa kembali semua halaman website. Pastikan bahwa semua halaman pada website berfungsi sebagaimana mestinya. Jika ada sesuatu yang tidak berfungsi dengan baik, segera periksa dan perbaiki.

Itulah 6 tips sederahana yang bisa dilakukan dalam melakukan update WordPress.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *