4 Cara Efektif Mendesain Tombol CTA (Call-to-Action)

CTA

Tombol call to action yang mudah dilihat dan dimengerti akan membuat perbedaan besar untuk tingkat konversi. Ketika merancang tombol ini, kita harus mempertimbangkan berbagai faktor seperti warna, kontras, tombol copy dan lainnya.

Singkatnya, tombol call to action itu sangat penting. Setiap halaman harus memiliki tujuan, dan tombol call to action bisa mewakili tujuan halaman kita. Misalnya, tombol call to action untuk membeli, mendaftar, atau mengklik sesuatu. Berikut adalah 4 cara efektif mendesain tombol CTA yang baik.

1. Penunjuk arah

Mata manusia didesain untuk secara alami merespon apa yang dilihatya sebagai petunjuk/tanda.

Sama halnya seperti di website, penunjuk arah akan memudahkan pengunjung menelusuri website kita. Penunjuk arah bisa berupa anak panah atau jari. Tapi, untuk sesuatu yang benar benar unik dan relatable untuk pengunjung, gunakan gambar dengan seseorang yang seolah-olah melihat tombol call to action kita. Pada akhirnya ini akan membawa lebih banyak konversi dan penjualan ke website kita.

2. Desain tombol yang sederhana

Ketika kita membuat tombol sesederhana mungkin, menghindarkan pengunjung website, pembeli, dan pembaca dari kebingungan. Ketika pengunjung merasa bingung, mereka biasanya tidak akan menindaklanjuti tombol yang ada pada website. Jadi, jaga desain tombol agar seminimal mungkin.

3. Microcopy yang didefinisikan dengan baik

Microcopy adalah hal penting dari call to action karena menggunakan kata kerja yang berorientasi untuk mendorong orang untuk melakukan tindakan. Tapi hanya sedikit web designer yang memperhatikan hal tersebut. Microcopy harus singkat dan jelas. Microcopy yang baik memungkinkan pengunjung tahu persis apa yang mereka klik dan tidak membuang-buang waktu mereka.

4. Warna kontras

Pembeli adalah sekelompok orang yang memiliki minat berbeda-beda, itulah mengapa pengalaman pengguna harus disesuaikan dengan mereka. Dengan kata lain membeli sesuatu dari toko ecommerce harus menjadi hal yang paling mudah dan jelas bagi pengguna. Sesuatu yang mendasar seperti warna yang kontras dapat meningkatkan pengalaman belanja pembeli.

Warna kontras yang baik dapat menarik mata pembeli untuk tombol call to action dan membuatnya terlihat menonjol dari warna background. Ketika pembeli dapat dengan mudah menemukan apa yang mereka butuhkan dan segera melakukan pembelian, maka tingkat konversi website akan meningkat.

Tombol call to action adalah penting untuk menentukan seberapa banyak pembeli akan melakukan pembelian. Web designer harus mulai menyadari bahwa tujuan dari desain yang mereka buat adalah untuk mendukung lebih banyak konversi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *