5 Metrik Video Sosial Yang Sangat Penting

Melacak berbagai metrik adalah bagian penting dalam mengembangkan, mengukur, dan menyempurnakan strategi media sosial dan iklan sosial. Prinsip ini juga berlaku dalam video sosial. Melalui video di berbagai jaringan sosial, Anda perlu mengukur dan menyempurnakan strategi video sosial dengan lebih baik. Memanfaatkan metrik video dengan baik dapat memungkinkan Anda memahami apa yang dapat menghubungkan audiens, dan mampu mencapai  jenis keterlibatan pengguna. Tidak semua jaringan menawarkan semua metrik, tetapi setidaknya Anda dapat melacak beberapa diantaranya. Berikut beberapa metrik utama untuk membantu Anda memahami bagaimana mengukur keberhasilan video di jejaring sosial.

  1. Melihat Hitungan

Jumlah penayangan video Anda adalah metrik video yang paling sederhana untuk dilacak. Sebenarnya, definisi “penayangan video” bervariasi menurut beberapa jaringan, namun dalam semua kasus hal ini didasarkan pada seseorang yang melihat sebagian dari video Anda, bukan keseluruhannya. Berikut adalah rincian singkat dari apa yang dianggap sebagai penayangan video di jejaring sosial utama:

  • Facebook: 3 detik
  • Twitter: 3 detik
  • Instagram: 3 detik
  • Periscope: segera setelah menekan, atau setelah 3 detik memutar otomatis
  • Snapchat: segera saat membuka
  • Youtube: 30 detik

Berdasarkan durasi yang singkat, audiens melihat video Anda sebelum dihitung sebagai penayangan. Data dari Facebook dan Nielsen menunjukkan bahwa 47 persen dari nilai pemasaran di video sebenarnya berasal dari tiga detik pertama dari sebuah video.

  1. 10 Detik Views

Facebook baru-baru ini memperkenalkan metrik 10 detik views yang mengukur berapa kali video Anda dilihat setidaknya dalam 10 detik. Jika video Anda lebih pendek dari 10 detik, jumlah ini akan melaporkan berapa kali waktu menonton hingga 97 persen selesai. Metrik tampilan video Facebook ini menunjukkan seberapa baik Anda telah berhasil mencapai tujuan untuk membuat video yang cukup menarik dan meyakinkan audiens agar tetap bertahan selama beberapa detik pertama. Data yang sama dari Facebook dan Nielsen di atas menunjukkan bahwa 75 persen dari nilai pemasaran di video dicapai dalam 10 detik pertama.

  1. Waktu Tonton

Waktu tonton adalah jumlah total waktu yang dihabiskan audiens untuk menonton video Anda. Di Facebook, metrik ini dikenal sebagai “minutes viewed”. Saat Facebook memperkenalkan metrik ini, mereka mengatakan bahwa ini adalah salah satu metrik video yang paling banyak diminta. Mengapa? Karena ini memberi gambaran keseluruhan tentang kesuksesan sebuah video, yang mengukur berapa banyak waktu yang telah dikumpulkan oleh audiens gabungan Anda dalam pesan. Anda juga dapat menggunakan metrik ini untuk membandingkan video berbayar dan organik agar bisa merasakan format mana yang bekerja lebih baik.

  1. Retensi Audiens

Metrik ini disajikan sebagai grafik yang menampilkan tampilan di setiap titik video Anda sebagai presentase total penayangan, yaitu seberapa baik audiens Anda yang dipertahankan. Turunnya pada garis kurva menunjukkan saat pengguna berhenti menonton video Anda. Ini adalah metrik kunci untuk membantu menyempurnakan strategi video Anda.

  1. Keterlibatan

Meskipun hanya beberapa jaringan yang menyediakan metrik keterlibatan atau rasio keterlibatan spesifik melalui analisis mereka, Anda dapat mengukur keterlibatan video untuk semua jejaring sosial media dalam bentuk likes dan komentar. Tingkat keterlibatan adalah metrik yang paling penting bagi banyak pemasar di sosial media. Video organik dengan keterlibatan tinggi adalah kandidat yang baik untuk sebuah sponsor dalam video.

4 Langkah Menghindari Publisitas Yang Buruk

Publicity-PR

Publisitas adalah kegiatan publikasi yang mengunakan media massa sebagai sarana penyebarluasan informasi. Apabila sebuah perusahaan sudah menggunakan sosial media sebagai media publisitas, maka mereka dapat membuat suatu kesalahan dan publisitas yang buruk. Kesalahan tersebut dapat terjadi dalam beberapa topik yang biasa dilakukan. Karena ada begitu banyak pemicu kesalahan di luar sana, dan karena tidak ada sebuah brand atau industri yang kebal dengan hal tersebut, berikut kami menggolongkannya dalam beberapa kategori:

Tweet Mengenai Tribut: Ada banyak bukti bahwa kematian orang terkenal atau selebriti bukanlah kesempatan pemasaran yang ideal. Terutama jika kematian tersebut tidak memiliki hubungan yang nyata dengan brand Anda. Sayangnya, masih banyak bisnis yang menggunakan kesempatan pemasaran dalam rangka kematian seseorang yang terkenal.

Q & A (Question and Answer): Jika Anda menjalankan sebuah bisnis yang ingin terhubung dengan pelanggan, biasanya Anda menempatkan Q & A di sosial media. Ini nampak seperti cara yang mudah dan gratis untuk memperbaiki masalah. Sayangnya, pendekatan ini tidak memperhatikan dua variabel yang signifikan yaitu pendekatan untuk pelanggan yang marah dan Twitter trolls (tanggapan emosional atau kemarahan dari pengguna lain).

Upaya Untuk Keren Namun Gagal: Beberapa hal kadang terjadi saat Anda mencoba untuk menjadi lebih keren. Sebelum menggunakan istilah-istilah yang sedang tren, pastikan bahwa itu tidak keluar dari karakter Anda, atau Anda akan mendapat publisitas yang buruk.

“I was hacked”: Ada beberapa contoh dari orang-orang yang menggunakan “I was hacked” untuk menghindari tanggung jawab. Tetapi ini bukanlah pilihan yang tepat untuk menghindar masalah dan tidak menyelesaikannya dengan baik. Hal ini hanya akan membuat publisitas yang buruk tentang bisnis Anda.

Empat Tips Untuk Menghindari Publisitas Yang Buruk

Berdasarkan kategori di atas, Anda dapat mengatasinya dengan melakukan manajemen sosial media yang lebih baik. Berikut adalah beberapa tips untuk memastikan kehadiran sosial Anda bermanfaat dan mampu menghindari publisitas yang buruk.

  1. Check Dan Seimbangkan Antara Draft Dan Publikasi

Tulisan sosial yang menghasilkan publisitas buruk cenderung karena tergesa-gesa dan ingin cepat-cepat dipublikasikan. Hal ini sering terjadi karena perusahaan memberdayakan tim sosial media untuk mengeksekusi tanpa melakukan pengawasan. Karena kehadiran sosial perusahaan mencerminkan identitas seluruh bisnis, maka semua postingan harus melalui proses pemeriksaan dan pengawasan mulai dari masuk draft hingga dipublikasi.

  1. Penjadwalan Postingan

Selain memiliki prosedur pemeriksaan untuk setiap postingan, strategi kunci lainnya untuk mencegah tweet yang buruk adalah jadwal posting. Perusahaan dapat melakukan semacam penjadwalan postingan melalui software manajemen sosial media. Software ini menyediakan kenyamanan untuk berbagai platform yang digunakan. Tidak hanya untuk penjadwalan postingan dan pesan lainnya, namun juga untuk meninjau dan merevisi postingan sebelum dipublikasi.

  1. Meminta Bantuan Generasi Millennial

Dalam permintaan brand global untuk menjadi relevan di sosial media, ada satu solusi yang jelas. Anda perlu bantuan generasi millennial karena mereka dilengkapi dengan kepemimpinan yang berpengalaman. Para pemasar perlu beralih ke karyawan perusahaan mereka yang paling aktif di sosial media. Generasi millennial dapat membantu menyusun strategi sosial yang benar-benar menyentuh tren terbaru. Dengan begitu, publisitas Anda tetap terjaga dan up to date.

  1. Manajemen Resiko Keamanan

Sekalipun strategi internal dari perusahaan Anda sudah cukup baik, akan selalu ada resiko hacker yang dapat membajak platform sosial media Anda. Untuk itu, perusahaan perlu berinvestasi dalam alat manajemen resiko keamanan. Alat ini dapat membantu mengidentifikasi ancaman dan melindungi keamanan data serta jaringan.

10 Hukum Dalam Pemasaran Di Sosial Media

Social-Media-Marketing-2

Memanfaatkan kekuatan konten dan pemasaran di sosial media dapat meningkatkan audiens dan basis pelanggan dengan cara yang dramatis. Ini adalah hal penting untuk memahami dasar pemasaran di sosial media. Dengan memaksimalkan kualitas bisnis dan mematuhi 10 hukum berikut, akan membantu membangun sebuah bisnis yang sukses.

  1. Hukum Mendengarkan

Sukses dengan sosial media dan pemasaran konten tentu membutuhkan lebih banyak waktu untuk mendengarkan dan mengurangi bicara. Baca konten online dari audiens target Anda dan bergabung dalam diskusi untuk mempelajari apa yang penting bagi mereka. Dengan begitu, Anda dapat membuat konten dan memicu percakapan yang menambah nilai dalam kehidupan mereka.

  1. Hukum Fokus

Lebih baik untuk mengkhususkan diri daripada menjadi orang yang mengetahui tentang banyak hal tetapi tidak mampu menguasai apapun dalam perdagangan atau sering disebut “jack of all trades”. Sebuah strategi sosial media dan pemasaran konten yang sangat terfokus dimaksudkan untuk membangun brand yang kuat dan memiliki kesempatan yang lebih baik untuk sukses. Hal ini akan lebih efisien daripada membuat strategi luas yang mencoba untuk menjadi segalanya bagi semua orang.

  1. Hukum Kualitas

Kualitas mengalahkan kuantitas. Lebih baik untuk memiliki 1.000 koneksi secara online yang membaca, berbagi, dan berbicara tentang konten Anda dengan audiens mereka sendiri, daripada 10.000 koneksi yang akan menghilang setelah terhubung dengan Anda untuk pertama kalinya.

  1. Hukum Kesabaran

Keberhasilan pemasaran konten di sosial media tidak terjadi dalam semalam. Untuk itu, perlu adanya kesabaran dalam menjalani setiap prosesnya. Anda harus memiliki komitmen jangka panjang untuk mencapai hasil yang maksimal.

  1. Hukum Compounding

Jika Anda mempublikasikan hal yang menakjubkan, konten yang berkualitas, dan bekerja untuk membangun audiens online menjadi followers yang berkualitas, maka mereka akan berbagi dengan audiens mereka sendiri di Twitter, Facebook, LinkedIn, bahkan pada blog mereka sendiri. Berbagi dan mendiskusikan konten Anda dapat membuka pintu masuk baru untuk mesin pencari seperti Google. Poin ini dapat menumbuhkan hingga ratusan atau ribuan cara yang potensial bagi audiens untuk menemukan Anda secara online.

  1. Hukum Influencer

Habiskan waktu untuk mencari influencer secara online yang memiliki penonton berkualitas dan cenderung tertarik pada produk atau layanan bisnis Anda.  Terhubunglah dengan para influencer dan berkerjasama untuk membangun hubungan dengan audiens.

  1. Hukum Nilai

Jika Anda menghabiskan seluruh waktu di web sosial untuk melakukan promosi produk atau jasa secara langsung, maka audiens akan berhenti mendengarkan Anda. Anda harus menambahkan nilai berharga dalam percakapan. Kurangi fokus pada konversi dan lebih fokus membuat konten yang luar biasa serta mengembangkan hubungan dengan para influencer online. Selanjutnya, Anda akan melihat audiens membicarakan bisnis Anda dengan baik dan sukses.

  1. Hukum Aksesibilitas

Jangan mempublikasikan sebuah konten namun kemudian menghilang. Tetaplah tersedia untuk audiens Anda. itu berarti, Anda perlu konsisten dalam mempublikasikan konten dan berpartisipasi dalam percakapan. Followers online dapat berubah-ubah dan mereka tidak akan ragu-ragu untuk berhenti mengikuti Anda jika Anda menghilang selama beberapa minggu atau bulan.

  1. Hukum Timbal Balik

Anda tidak bisa mengharapkan orang lain untuk berbagi konten dan berbicara tentang bisnis Anda jika Anda tidak melakukan hal yang sama untuk mereka. Jadi, sebagian waktu yang Anda habiskan di sosial media harus difokuskan untuk berbagi dan berbicara tentang konten yang dipublikasikan oleh orang lain.

  1. Hukum Pengakuan

Membangun hubungan adalah salah satu bagian penting dari keberhasilan pemasaran di sosial media. Untuk itu, Anda perlu mengakui kehadiran dari setiap orang yang menjangkau bisnis Anda. Dengan begitu, mereka akan merasa lebih dihargai dan terlibat dalam bisnis Anda.